Mengetahui Seputar Gulma pada Tanaman Budidaya

Mengetahui Seputar Gulma pada Tanaman Budidaya

Bercocok tanam di kebun atau sawah adalah hal yang dapat dikatakan gampang-gampang terik. Supaya bisa meraih tanaman yang perurutan dan produksinya baik maka perlu bisnis dalam pemeliharaan dengan intensif seperti halnya perabukan dan pengendalian penyakit dan penyakit ataupun gulma. Jika akan bercocok tanam maka perlu mengenal gulma umum yang sering dijumpai. suksesbersamapetani dasarnya, kurma merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di area tanaman di lahan pertanian jadi bisa merugikan.

Kok bisa merugikan? Karena tentu akan tersedia persaingan antara tumbuhan yang dibudidayakan dgn gulma sehingga mampu menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan waktu produksi pula biar menjadi lebih periode. Selain itu pula bisa menyebabkan kuantitas dan kualitas hasil produksi dari tumbuhan semakin menurun, juga bisa memicu adanya hama dan kuman.

Memang ada jumlah hal yang perlu di ketahui terkait dengan gulma dengan umum bagi orang-orang yang melakukan peladangan tanaman. Salah satu nun harus diketahui yakni terkait dengan jenis-jenis gulma. Jika dilihat dari morfologinya, ada kaum jenis gulma nun umumnya dijumpai. Misalnya gulma berdaun kecil yakni gulma nun memiliki daun seperti pita bentuk batang beruas, dan tumbuh menjalar atau tegak bersama memiliki helai serta pelepah. Selanjutnya merupakan gulma teki-tekian dengan ciri-ciri mempunyai batang bentuk segitiga seperti halnya Cyperus aromaticus. Kecuali itu ada gulma berdaun lebar, yang bentuk daunnya luhur, tanamannya tumbuh merambut dan tegak. Final adalah gulma pakis-pakisan yang berkembang kembang dengan spora senyampang Dicranopteris linearis. Diperlukan untuk mengenal gulma umum terkait dengan jenis-jenisnya.

Selain dilihat dari morfologinya, jenis gulma juga bisa dilihat berdasarkan siklus hidupnya, yang terbagi sebagai gulma semusim, 2 musim dan tahunan. Selain itu, kurma juga dapat dibedakan lagi berdasarkan secara habitat tumbuhnya yakni gulma air dan gulma daratan.

Terpesona dengan pengendalian gulma, bisa dengan metode secara fisik, hayati dan kimiawi. Tapi demikian, secara kimiawi cukup banyak digunakan karena lebih praktis dan tidak memerlukan banyak waktu serta pekerja. Untuk pengendalian secara fisik ialah dengan mengolah zona dan membersihkannya dari bibit-bibit dan nilai gulma. Sementara buat pengendalian hayati ialah menggunakan musuh natural gulma misalnya kutu loncat eksotik dalam mengendalikan Mimosa diplotricha.

Bagaimanapun juga, gulma itu bisa membahayakan tumbuhan budidaya karena dapat memberikan dampak jorok terhadap tanaman tersebut. Nutrisi yang seharusnya diserap oleh tanaman justru diserap sambil gulma sehingga yang tumbuh subur bisa jadi bukan tanaman peladangan, tetapi gulma. Peri gulma merupakan masalah yang cukup kerap dijumpai dan dihadapi oleh orang-orang dengan bercocok tanam. Namun hal ini meski berarti gulma bukan sesuatu yang boleh dibiarkan, karena perlu upaya untuk mengatasinya sehingga tanaman budidaya bisa tumbuh subur. Jika mengenal gulma umum maka setidaknya bisa merawat tumbuhan budidaya dengan indah.